Selasa, 27 September 2011

Sejarah Kartu Joker

Pada setiap deck kartu remi saat ini pasti terdapat setidaknya 2 kartu joker. Ada yang hitam dan yang merah. Tapi tahukah kita dengan sejarah lahirnya kartu joker....?
Jika kita mendengar ataupun membaca kata Joker yang terlintas dikepala kita adalah dua hal. yang pertama jojer sebagai "the Fool" dan joker sebagai "HOFNAR".


Joker sebagai "The Fool"
Pada abad pertengahan, ketika masih banyak sistem kerajaan di dunia, orang-orang cacat akan dikucilkan dari masyarakat. Mereka akan dicemoohi, dipasangi lonceng seperti seekor sapi, dsb. Pada masa itu, para pastor berpikir bagaimana caranya agar si bodoh bisa diterima lagi oleh masyarakat dalam keadaannya fisiknya saat itu. Terpikirlah ide untuk merubah penampilan si orang cacat dengan pakaian yang aneh. Mereka juga diajarkan akrobat, juggling, dsb. Maka dengan penampilan barunya dia tetap si bodoh namun anak-anak menyukainya karena dianggap lucu. Hal ini membuat si bodoh diterima oleh masyarakat. Karena statusnya sebagai si bodoh, dia boleh nyelonong masuk kemana saja dia mau. Karena hal itulah mengapa joker dapat menggantikan kartu lain.

Joker sebagai HOFNAR
secara harfiah, HOFNAR terdiri dari dua kata, yaitu Hof yang berarti lingkungan kerajaan dan Nar yang berarti penghibur. Jadi dapat disimpulkan bahwa Hofnar berarti penghibur di lingkungan kerajaan. Hofnar sangat berbeda dengan "the Fool" karena pada umumnya Hofnar adalah orang nomal yang memiliki kemampuan dan keahlian dalam menghibur tamu-tamu kerajaan. Status Hofnar sebagai penghibur kerajan ini membuatnya bebas berkeliaran kemana saja ia mau. Karena hal itulah menagapa joker dipakai sebagai pengganti kartu lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar